PENGERTIAN E-PEDAGOGIK
Menurut
Langeveld (1980) pedagogik adalah ilmu
pendidikan yang menitikberatkan pada pemikiran, perenungan tentang pendidikan,
bagaimana kita mendidik anak. Jadi dapat disimpulkan, pedagogik adalah ilmu
yang membahas mengenai pendidikan. Pada bahasan kali ini akan
membahasE-Pedagogik yang berarti ilmu yang membahas mengenai pendidikan secara
online.
“Online
learning is not the next big thing, it’s the now big thing” adalah kutipan yang
diambil dari Donna J.A. Abernathy. Keterbatasan yang ada dalam pembelajaran
menjadi awal tercetusnya sebuah ide untuk mengadopsi pembelajaran jarak jauh
dari bidang industri. Pendidikan jarak jauh ini agar pendidik dan peserta didik
berinteraksi walaupun berada di lokasi & waktu yang berbeda.
Bisa
dikatakan sinkron apabila peserta didik dan pengajar berinteraksi dalam waktu
yang sama menggunakan fasilitas online messenger dan dapat dikatakan asinkron
jika pengajar dan peserta didik berinteraksi dalam waktu yang tidak bersamaan
menggunakan email. Sistem pendidikan ini dikenal sebagai pembelajaran berbasis
web yaitu memanfaatkan jaringan internet dalam pelaksanaannya sering dikenal
juga dengan online learning.
E-PEDAGOGIK DAN KAITANNYA DENGAN KONEKTIVISME
E-Pedagogik
berkaitan dengan konektivisme karena setiap pengetahuan harus terkoneksi yang
menurut Siemens (2005) adalah gabungan berbagai prinsip yang dieksplorasi dari
chaos, jaringan, kompleksitas, dan teori perorganisasian mandiri. Menurut Zeng,
konektivitis adalah teori belajar yang menjelaskan bagaimana teknologi internet
dapat memberikan kesempatan untuk belajar bagi orang diseluruh dunia. Sedangkan
menurut Dave Pollard dalam Siemens (2012) konektivis adalah teori belajar yang
menegaskan tentang keterhubungan dengan 3 tipe yaitu neural (tahu apa),
konseptual (tahu bagaimana) dan sosial (tahu siapa).
Konektivitas
juga diperlukan adanya komunitas yang berfungsi sebagai berbagi pengetahuan dan
minat belajar. Dalam belajar bisa menggunakan cara kelompok dan jaringan, yang
menjadi pembeda adalah kelompok cenderung sama, ada perintah dan control, batas
memiliki keanggotaan dan pengetahuan kumulatif. Sedangkan jaringan bersifat
mandiri, berbeda, memiliki keterbukaan dan pengetahuan bersifat spontan.
Terdapat
prinsip yang dikemukakan oleh Siemens yaitu belajar dan pengetahuan terletak
pada keragaman pendapat, belajar adalah proses menghubungkan dari berbagai
sumber informasi, belajar dapat ditinggal selain manusia/peralatan, kapasitas
untuk mengetahui lebih banyak lagi lebih penting dari apa yang diketahui saat
ini, memelihara dan merawat hubungan untuk belajar yang berkelanjutan,
kemampuan untuk melihat hubungan antara bidang, ide dan konsep, akurasi dan
pengetahuan baru dan pengamnbilan belajar.
Selain
prinsip, terdapat juga karakteristik jaringan pengetahuan terjoneksi yaitu
perbedaan (apakah mungkin terdapat sudut pandang yang berbeda), otonomi (apakah
atas kesadaran sendiri atau factor eksternal), interaktif (pengetahuan
dihasilkan dari interaksi atau perspektif), keterbukaan (apakah diperbolehkan masuknya
perspektif baru dalam sistem).
Tidak
hanya konektivitas yang mempunyai prinsip. E-Pedagogy juga mempunyai prinsip
yang harus diperhatikan saat mengembangkan E-Pedagogi itu sendiri. Prinsipnya
menurut Simuth dan Schuller (2012) adalah memastikan dan menjamin frekuensi
pertemuan antara pengajar dan peserta didik, mengembangkan timbal balik dan
kerja sama antara peserta didik, memberiksn lebih banyak timbal balik daripada
evaluasi, menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung,
menghormati perbedaan bakat dan gaya belajar peserta didik, memberikan harapan
yang jelas kepada peserta didik sejak awal pembelajaran dan memberikan
pelatihan yang sesuai dengan pembelajaran elektronik.
Peranan
E-Pedagogik dalam sekolah juga mempengaruhi dalam proses belajar-mengajar.
Proses belajar mengajar berjalan “one way traffic“ dengan guru sebagai
narasumber. Modernisasi diartikan sebagai
adanya tambahan satu laptop dan proyektor LCD yang berfungsi sekedar
sebagai pengganti papan tulis.
PENERAPAN E-PEDAGOGIK
Sudah
banyak orang yang membuat penelitian mengenai E-Pedagogy ini. Salah satunya
adalah DR. Shaheda BT Usof dari Universitas Pendidikan Sultan Idris mengenai Pembelajaran Berbantu Laman E-Pedagogi
Interaktif.
Dalam
jurnalnya, Dr. Shaheda memaparkan proses pembelajaran Pedagogi Berbantu
Komputer (PBK). Konsep PBK merupakan pembahagian bahan pembelajaran dan
kemahiran dalam unit kecil supaya mudah dipelajari dan difahami. Komputer
digunakan sebagai sokongan untuk perlaksanaan strategi-strategi pexnbelajaran aktif,
pembelajaran reflektif, pembelajaran koperatif dan pembelajaran kolaboratif,
pembelajaran cara membuat dan pembelajaran anjal. Strategi-strategi
pembelajaran ini adalah berlandaskan teori-teori pembelajaran kognitif dan
konstruktivisme (Khalid & rakan-rakannya 1999).
PBK
ini tidak lepas dari peranan multimedia yang merupakan sistem komputer bersifat
interaktif dan serbaguna kerana dilengkapi pelbagai media audio-visual yang
diperlukan oleh manusia pada masa kini supaya mereka boleh mencapai informasi
secara tidak linear (non-linear navigation) karena digunakan dalam konsep
pembelajaran ini.
Internet
juga salah satu pemberi manfaat pada peserta didik dalam mencari apa yang akan
diketahuinya. Dalam jurnalnya, Dr. Shaheda menerangkan bahwa Internet hampir
menggantikan kaedah pembelajaran atau pencarian maklumat cara lama iaitu
penggunaan perpustakaan.
Selain
Dr. Shaheda, ada pula Merry Agustina dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas
Bina Dharma yang menulis jurnal berjudul Pemanfaatan
E-Learning Sebagai Media Pembelajaran dimana Ia menjelaskan bahwa
E-learning adalah sebuah proses pembelajaran berbasis elektronik dengan
menggunakan media jaringan computer (meliputi internet, PC, dsb).
Dalam
jurnalnya, Ia memaparkan bahwa dengan dikembangkannya jaringan computer
memungkinkan pembelajaran dikembangkan dengan berbasis web dimana peserta didik
dapat lebih interaktif karena penyajiannya. Seperti contoh; dalam aktifitas
perkuliahan dosen bisa memberikan materi berbentuk teks maupun suara yang bisa
di download agar bisa dipelajari atau terbentuknya forum diskusi juga seorang
dosen yang memberikan nilai, tugas san pengumuman kepada mahasiswa.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN E-PEDAGOGIK
Terdapat
kelebihan dari online learning yaitu akses tersedia kapan pun & di mana pun,
biaya operasional setiap siswa untuk mengikuti
kegiatan pembelajaran menjadi lebih terjangkau,
pengawasan terhadap perkembangan siswa jadi
lebih mudah, rancangan pembelajaran berbasis web memungkinkan dilakukannya
kegiatan pembelajaran yang sudah terpersonalisasi,
Materi
Pembelajaran bisa diperbarui secara lebih mudah (Rusman dkk, 2011:271-273).
Namun, terdapat
kekurangan juga yaitu keberhasilan pembelajaran berbasis web bergantung pada
kemandirian dan motivasi pembelajar, akses untuk mengikuti pembelajaran dengan
menggunakan web seringkali menjadi masalah bagi pembelajar, pembelajar dapat
cepat merasa bosan dan jenuh jika merkea tidak dapat mengakses informasi dikarenakan
tidak terdapatnya peralatan yang memadai dan bandwith yang cukup. Dibutuhkannya
panduan bagi pembelajar untuk mencari informasi yang relevan, karena informasi
yang terdapat di dalam web sangat beragam.Dengan menggunakan pembelajaran
berbasis web, pembelajar terkadang merasa terisolasi, terutama jika terdapat
keterbatasan dalam fasilitas komunikasi (Rusman dkk, 2011:271-273).
Arif
Abadi Surya. 2008., gagasan tentang konektivisme dan penerapannya disekolah https://connectivismindonesia.wordpress.com/2008/09/29/gagasan-tentang-konektivisme-dan-penerapannya-di-sekolah/
. diakses pada tanggal 12 Mei 2018.
Yufiarti
., dan Lussy Dwi Utami. 2017. Orientasi Baru dalam Pedagogik. Bekasi: CHCD
Offset
Merry
Agustina. 2013., Pemanfaatan E-Learning sebagai Media Pembelajaran http://jurnal.uii.ac.id/Snati/article/view/3064/2825
. Diakses pada tanggal 13 mei 2018.
DR.
Shaheda BT Usof. 2009., Pembelajaran Berbantu Laman E-Pedagogi Interaktif http://pustaka2.upsi.edu.my/eprints/486/1/PEMBELAJARAN%20BERBANTU%20LAMAN%20E-PEDAGOGI%20INTERAKTIF.pdf
. diakses pada tanggal 13 mei 2018

wow bagus sekali setelah baca blog ini saya jadi mau pindah jurusan dari kedokter ke psikolog.
BalasHapusPengetahuan yang sangat bermanfaat,, trima ksih atas infonya...
BalasHapusartikel yang sangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat ��
BalasHapusMakasih banget artikelnya. Sangat keren
BalasHapusartikelnya sangat bagus dan bermanfaat!
BalasHapusartikel ini sangat bermanfaat dan bagus karena menggunakan bahasa yg mudah dimengerti
BalasHapusSangatt bermanfaat sekali artikelnya
BalasHapusSangatt bermanfaat sekali artikelnya
BalasHapusArtikel bermanfaat
BalasHapusartikelnya sangat bermafaat.
BalasHapusArtikelnya sangat membantu
BalasHapussangat bermanfaat👌🏻
BalasHapusInformasi bagus yang sangat membantu pendidikan dijaman sekarang
BalasHapusMateri yang cukup bagus,dan saya sebagai mahasiswa IT memberi respon bagus untuk blog ini.
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangatsuper dang berguna sekali
BalasHapusSangat bermanfaat dan menambah wawasan ��
BalasHapusMateri yang ditulis dalam artikel bagus. Mudah dicerna dan sangat menambah wawasan saya.
BalasHapusKeren.
Terima kasih...telah membantu menambah wawasan saya...
BalasHapusSangat bermanfaat, Semangat terus membagikan informasi yang berguna :)
BalasHapusnice one☺️
BalasHapusSangat bagus dan bermanfaat bisa juga menambah wawasan .... terbaik lah 👍
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusartikel hanya satu ya ??
BalasHapus