Selasa, 05 Juni 2018

E-Pedagogi (Pengertian, Kaitan dengan Konektivisme, Hingga Kelebihan dan Kekurangannya)





PENGERTIAN E-PEDAGOGIK
Menurut Langeveld (1980)  pedagogik adalah ilmu pendidikan yang menitikberatkan pada pemikiran, perenungan tentang pendidikan, bagaimana kita mendidik anak. Jadi dapat disimpulkan, pedagogik adalah ilmu yang membahas mengenai pendidikan. Pada bahasan kali ini akan membahasE-Pedagogik yang berarti ilmu yang membahas mengenai pendidikan secara online.
“Online learning is not the next big thing, it’s the now big thing” adalah kutipan yang diambil dari Donna J.A. Abernathy. Keterbatasan yang ada dalam pembelajaran menjadi awal tercetusnya sebuah ide untuk mengadopsi pembelajaran jarak jauh dari bidang industri. Pendidikan jarak jauh ini agar pendidik dan peserta didik berinteraksi walaupun berada di lokasi & waktu yang berbeda.
Bisa dikatakan sinkron apabila peserta didik dan pengajar berinteraksi dalam waktu yang sama menggunakan fasilitas online messenger dan dapat dikatakan asinkron jika pengajar dan peserta didik berinteraksi dalam waktu yang tidak bersamaan menggunakan email. Sistem pendidikan ini dikenal sebagai pembelajaran berbasis web yaitu memanfaatkan jaringan internet dalam pelaksanaannya sering dikenal juga dengan online learning.

E-PEDAGOGIK DAN KAITANNYA DENGAN KONEKTIVISME
E-Pedagogik berkaitan dengan konektivisme karena setiap pengetahuan harus terkoneksi yang menurut Siemens (2005) adalah gabungan berbagai prinsip yang dieksplorasi dari chaos, jaringan, kompleksitas, dan teori perorganisasian mandiri. Menurut Zeng, konektivitis adalah teori belajar yang menjelaskan bagaimana teknologi internet dapat memberikan kesempatan untuk belajar bagi orang diseluruh dunia. Sedangkan menurut Dave Pollard dalam Siemens (2012) konektivis adalah teori belajar yang menegaskan tentang keterhubungan dengan 3 tipe yaitu neural (tahu apa), konseptual (tahu bagaimana) dan sosial (tahu siapa).
Konektivitas juga diperlukan adanya komunitas yang berfungsi sebagai berbagi pengetahuan dan minat belajar. Dalam belajar bisa menggunakan cara kelompok dan jaringan, yang menjadi pembeda adalah kelompok cenderung sama, ada perintah dan control, batas memiliki keanggotaan dan pengetahuan kumulatif. Sedangkan jaringan bersifat mandiri, berbeda, memiliki keterbukaan dan pengetahuan bersifat spontan.
Terdapat prinsip yang dikemukakan oleh Siemens yaitu belajar dan pengetahuan terletak pada keragaman pendapat, belajar adalah proses menghubungkan dari berbagai sumber informasi, belajar dapat ditinggal selain manusia/peralatan, kapasitas untuk mengetahui lebih banyak lagi lebih penting dari apa yang diketahui saat ini, memelihara dan merawat hubungan untuk belajar yang berkelanjutan, kemampuan untuk melihat hubungan antara bidang, ide dan konsep, akurasi dan pengetahuan baru dan pengamnbilan belajar.
Selain prinsip, terdapat juga karakteristik jaringan pengetahuan terjoneksi yaitu perbedaan (apakah mungkin terdapat sudut pandang yang berbeda), otonomi (apakah atas kesadaran sendiri atau factor eksternal), interaktif (pengetahuan dihasilkan dari interaksi atau perspektif), keterbukaan (apakah diperbolehkan masuknya perspektif baru dalam sistem).
Tidak hanya konektivitas yang mempunyai prinsip. E-Pedagogy juga mempunyai prinsip yang harus diperhatikan saat mengembangkan E-Pedagogi itu sendiri. Prinsipnya menurut Simuth dan Schuller (2012) adalah memastikan dan menjamin frekuensi pertemuan antara pengajar dan peserta didik, mengembangkan timbal balik dan kerja sama antara peserta didik, memberiksn lebih banyak timbal balik daripada evaluasi, menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung, menghormati perbedaan bakat dan gaya belajar peserta didik, memberikan harapan yang jelas kepada peserta didik sejak awal pembelajaran dan memberikan pelatihan yang sesuai dengan pembelajaran elektronik.
Peranan E-Pedagogik dalam sekolah juga mempengaruhi dalam proses belajar-mengajar. Proses belajar mengajar berjalan “one way traffic“ dengan guru sebagai narasumber. Modernisasi diartikan sebagai adanya tambahan satu laptop dan proyektor LCD yang berfungsi sekedar sebagai pengganti papan tulis.

PENERAPAN E-PEDAGOGIK
Sudah banyak orang yang membuat penelitian mengenai E-Pedagogy ini. Salah satunya adalah DR. Shaheda BT Usof dari Universitas Pendidikan Sultan Idris mengenai Pembelajaran Berbantu Laman E-Pedagogi Interaktif.
Dalam jurnalnya, Dr. Shaheda memaparkan proses pembelajaran Pedagogi Berbantu Komputer (PBK). Konsep PBK merupakan pembahagian bahan pembelajaran dan kemahiran dalam unit kecil supaya mudah dipelajari dan difahami. Komputer digunakan sebagai sokongan untuk perlaksanaan strategi-strategi pexnbelajaran aktif, pembelajaran reflektif, pembelajaran koperatif dan pembelajaran kolaboratif, pembelajaran cara membuat dan pembelajaran anjal. Strategi-strategi pembelajaran ini adalah berlandaskan teori-teori pembelajaran kognitif dan konstruktivisme (Khalid & rakan-rakannya 1999).
PBK ini tidak lepas dari peranan multimedia yang merupakan sistem komputer bersifat interaktif dan serbaguna kerana dilengkapi pelbagai media audio-visual yang diperlukan oleh manusia pada masa kini supaya mereka boleh mencapai informasi secara tidak linear (non-linear navigation) karena digunakan dalam konsep pembelajaran ini.
Internet juga salah satu pemberi manfaat pada peserta didik dalam mencari apa yang akan diketahuinya. Dalam jurnalnya, Dr. Shaheda menerangkan bahwa Internet hampir menggantikan kaedah pembelajaran atau pencarian maklumat cara lama iaitu penggunaan perpustakaan.
Selain Dr. Shaheda, ada pula Merry Agustina dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Bina Dharma yang menulis jurnal berjudul Pemanfaatan E-Learning Sebagai Media Pembelajaran dimana Ia menjelaskan bahwa E-learning adalah sebuah proses pembelajaran berbasis elektronik dengan menggunakan media jaringan computer (meliputi internet, PC, dsb).
Dalam jurnalnya, Ia memaparkan bahwa dengan dikembangkannya jaringan computer memungkinkan pembelajaran dikembangkan dengan berbasis web dimana peserta didik dapat lebih interaktif karena penyajiannya. Seperti contoh; dalam aktifitas perkuliahan dosen bisa memberikan materi berbentuk teks maupun suara yang bisa di download agar bisa dipelajari atau terbentuknya forum diskusi juga seorang dosen yang memberikan nilai, tugas san pengumuman kepada mahasiswa.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN E-PEDAGOGIK
Terdapat kelebihan dari online learning yaitu akses tersedia kapan pun & di mana pun, biaya operasional setiap siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran menjadi lebih terjangkau, pengawasan terhadap perkembangan siswa jadi lebih mudah, rancangan pembelajaran berbasis web memungkinkan dilakukannya kegiatan pembelajaran yang sudah terpersonalisasi, Materi Pembelajaran bisa diperbarui secara lebih mudah (Rusman dkk, 2011:271-273).
Namun, terdapat kekurangan juga yaitu keberhasilan pembelajaran berbasis web bergantung pada kemandirian dan motivasi pembelajar, akses untuk mengikuti pembelajaran dengan menggunakan web seringkali menjadi masalah bagi pembelajar, pembelajar dapat cepat merasa bosan dan jenuh jika merkea tidak dapat mengakses informasi dikarenakan tidak terdapatnya peralatan yang memadai dan bandwith yang cukup. Dibutuhkannya panduan bagi pembelajar untuk mencari informasi yang relevan, karena informasi yang terdapat di dalam web sangat beragam.Dengan menggunakan pembelajaran berbasis web, pembelajar terkadang merasa terisolasi, terutama jika terdapat keterbatasan dalam fasilitas komunikasi (Rusman dkk, 2011:271-273).



 DAFTAR PUSTAKA

Arif Abadi Surya. 2008., gagasan tentang konektivisme dan penerapannya disekolah https://connectivismindonesia.wordpress.com/2008/09/29/gagasan-tentang-konektivisme-dan-penerapannya-di-sekolah/ . diakses pada tanggal 12 Mei 2018.
Yufiarti ., dan Lussy Dwi Utami. 2017. Orientasi Baru dalam Pedagogik. Bekasi: CHCD Offset
Merry Agustina. 2013., Pemanfaatan E-Learning sebagai Media Pembelajaran http://jurnal.uii.ac.id/Snati/article/view/3064/2825 . Diakses pada tanggal 13 mei 2018.
DR. Shaheda BT Usof. 2009., Pembelajaran Berbantu Laman E-Pedagogi Interaktif http://pustaka2.upsi.edu.my/eprints/486/1/PEMBELAJARAN%20BERBANTU%20LAMAN%20E-PEDAGOGI%20INTERAKTIF.pdf . diakses pada tanggal 13 mei 2018